GERHANA BULAN TOTAL DAN SOLAT GERHANA

 01  November 2022, Bimbingan Masyarakat Islam telah mengeluarkan Surat No B-8/DJ.III/BA.03.1/11/2022 tentang Press releas Gerhana Bulan (Solat Khusuf). Surat yang ditandatangani oleh Bapak Kamaruddin Amin (Dirjen Bimas Islam) tersebut berisi sebagai berikut:


Diberitahukan kepada umat Islam di Indonesia, berdasarkan data astronomis bahwa pada hari Selasa tanggal 08 November 2022 M bertepatan tanggal 13 Rabiul Akhir 1444 H di seluruh wilayah Indonesia akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT). Wilayah yang dapat melihat Gerhana Bulan Total (GBT) adalah sebagai berikut:

1.Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu dapat melihat Gerhana Bulan Total (GBT) pada kontak Umbra 3 (U3) pada pukul 18:42 WIB.

2. Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat dapat melihat Gerhana Bulan Total (GBT) pada waktu puncak gerhana pukul 17:59 WIB.

3. Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku dapat melihat Gerhana Bulan Total (GBT) pada kontak Umbra 2 (U2) pukul 17:16 WIB/18:16 WITA/19:16 WIT.

4. Papua dan Papua Barat dapat melihat Gerhana Bulan Total (GBT) pada kontak Umbra 1 (U1) pukul 18:08 WIT.

Sehubungan dengan itu, bagi umat Islam yang mengalami Puncak Gerhana Bulan dihimbau untuk:

1. Melakukan salat sunnah gerhana sesuai tuntunan syariah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan;

2. Dianjurkan untuk bertakbir terlebih dahulu, memperbanyak zikir, istighfar, sedekah, dan amal-amal kebajikan lainnya;

3. Disamping itu, kami menghimbau agar umat Islam berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara.

Selain himbauan untuk mendirikan Solat Gerhana, Bapak Kamaruddin juga mengimbau masyarakat untuk memperbanyak zikir, istighfar, sedekah dan amal saleh lainnya, serta mendoakan kesejahteraan dan kemajuan bangsa.

Adapun pelaksanaan Solat Gerhana sebagaimana dilansir dari www.kemenag.go.id. Adalah sebagai berikut:

Berniat di dalam hati;

b. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa;

c. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: “Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.”(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901);


d. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya;

e. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”;

f. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;

g. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;

h. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal);

i. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;

j. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;

k. Salam.

Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, bersedekah.


Post a Comment

0 Comments